Kata Banua, Banjarmasin –  Kepedulian terhadap korban selamat musibah KM Virgo Transport 8 ditunjukkan DPP Forum Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) Kalimantan Selatan. Organisasi tersebut turun langsung mendatangi sejumlah lokasi penampungan korban di Kota Banjarmasin untuk melihat kondisi sekaligus mendengarkan kebutuhan para penyintas.

Langkah kemanusiaan itu dilakukan setelah rapat bersama Pembina FKPWK, Junaidi, yang kemudian memerintahkan Ketua Umum DPP FKPWK, Advokat H. Rachmad Fadhillah, SH, didampingi awak media, untuk langsung menuju lokasi penampungan korban.

Kunjungan FKPWK Kalsel dilakukan di tengah proses penanganan korban musibah KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa, sekitar kawasan Masalembo, Minggu dini hari, 13 September 2026.

Kapal ro-ro penumpang berukuran 8.540 GT milik PT Virgo Karya Shipping tersebut mengalami kemiringan ekstrem (listing) sebelum akhirnya terbalik dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin di tengah kondisi ombak dan cuaca buruk.

Saat ditemui FKPWK Kalsel di salah satu tempat penampungan di Jalan KS Tubun, Banjarmasin, Raden Ria Supenrijaty atau Ibu Ria dari Forum Masyarakat Sunda Ngumbara mengungkapkan keprihatinannya terhadap para korban, terutama mereka yang berasal dari Jawa Barat.

Menurutnya, masih ada korban yang belum ditemukan sehingga kondisi tersebut menjadi perhatian bersama. Ia pun berupaya mengetahui kondisi para korban asal Jawa Barat yang saat ini berada di Banjarmasin.

Ia menegaskan kepedulian tersebut bukan untuk membeda-bedakan suku.

Sebagai masyarakat Sunda yang berada di Kalimantan Selatan, dirinya merasa terpanggil untuk memberikan perhatian kepada para korban asal Jawa Barat yang tidak memiliki keluarga atau kerabat di Banjarmasin.

“Saya harus memperhatikan mereka. Mereka tidak ada keluarga, tidak ada siapa-siapa,” ujarnya.

Ibu Ria juga menyampaikan harapan agar para korban yang berhasil selamat dapat menjalani kehidupan kembali dengan baik dan menjadikan musibah tersebut sebagai pelajaran berharga.

Ia juga mengungkapkan bahwa terdapat anggota keluarga korban asal Jawa Barat yang hingga kini masih belum ditemukan.

Salah seorang korban selamat, Faisal, turut menceritakan pengalaman yang dialaminya saat kapal mulai mengalami kecelakaan.

Faisal mengatakan saat kejadian dirinya berada di bagian belakang kapal. Ia kemudian berusaha keluar dan mengikuti kondisi kapal hingga akhirnya kapal tersebut tenggelam.

Di tengah situasi mencekam, Faisal melihat banyak penumpang berusaha meminta pertolongan.

Ia juga menceritakan bagaimana dirinya bersama sejumlah rekannya berupaya bertahan hidup setelah berada di laut.

Menurut kesaksiannya, kondisi saat itu sangat mengerikan. Ia mengaku melihat sejumlah kejadian tragis yang dialami penumpang ketika berusaha menyelamatkan diri.

Faisal menyebut keselamatan yang diperolehnya bersama rekannya merupakan pertolongan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Kepedulian FKPWK Kalsel juga dirasakan korban lainnya yang kini berada di tempat penampungan di Jalan RE Martadinata, Banjarmasin.

Haryono, warga Semarang, menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Kalimantan dan pihak-pihak yang telah memberikan bantuan kepada dirinya bersama rombongan.

Ia mengatakan, setelah musibah tersebut, mereka kehilangan barang-barang pribadi hingga uang yang dibawa selama perjalanan.

“Untuk biaya hidup terus terang sudah tidak ada sama sekali. Pakaian, segala uang sudah hilang di kapal semua,” kata Haryono.

Karena itu, bantuan yang diberikan masyarakat sangat berarti bagi para korban selama berada di tempat penampungan.

“Sekali lagi saya beserta rombongan mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya atas bantuan dari bapak-bapak semua,” ujarnya.

Ketua Umum DPP FKPWK, Adv. H. Rachmad Fadhillah, SH, didampingi Soleh Priyanto, SH, menegaskan bahwa kondisi para korban menjadi perhatian FKPWK Kalsel.

Menurutnya, penanganan korban membutuhkan perhatian dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan, terutama pemerintah dan instansi terkait.

FKPWK Kalsel menyatakan akan terus memantau kondisi para korban dan melihat kebutuhan mereka selama berada di Banjarmasin.

“Kami selaku Ketua Umum DPP FKPWK akan terus memperhatikan kondisi mereka,” ujar Rachmad Fadhillah.

Kehadiran FKPWK Kalsel di lokasi penampungan sekaligus menjadi bentuk kepedulian masyarakat Kalimantan terhadap para korban yang sedang menghadapi masa sulit setelah musibah KM Virgo Transport 8.

Di tengah proses pencarian dan penanganan korban, perhatian terhadap para penyintas dinilai tidak kalah penting, terutama mereka yang kehilangan harta benda dan masih menunggu kabar anggota keluarga yang belum ditemukan.

FKPWK Kalsel pun mengambil bagian dengan hadir langsung di tengah para korban, mendengarkan keluhan mereka, serta menyampaikan kepedulian masyarakat Kalimantan kepada para penyintas musibah tersebut. (Nd_234)

By admin

You cannot copy content of this page