Kata Banua, Banjarbaru – Antrean panjang truk pengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dugaan di SPBU AKR kawasan Jalan Trikora, tepatnya di sekitar Masjid Agung Banjarbaru, dikeluhkan warga karena menyebabkan kemacetan hampir setiap hari, Selasa (28/4/2026)
Kondisi ini disebut terjadi rutin pada pagi hari, di mana antrean kendaraan besar memakan hingga separuh badan jalan. Akibatnya, arus lalu lintas menjadi tersendat dan dinilai membahayakan pengguna jalan lainnya.
Warga Banjarbaru, Iyan, mengungkapkan bahwa situasi tersebut sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya penanganan serius dari pihak terkait.
“Jalan macet dan membahayakan pengguna jalan karena angkutan besar memakan bahu jalan,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan absennya petugas dari kepolisian maupun Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru untuk mengatur lalu lintas di lokasi tersebut, meskipun dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat setiap hari.
Keluhan serupa disampaikan pengguna jalan lainnya, Ijuk. Ia menilai pemerintah kota dan aparat kepolisian terkesan belum mengambil langkah tegas untuk mengatasi persoalan ini.
“Tidak hanya mengganggu pengguna jalan lain akibat macet, juga dikhawatirkan bisa menyebabkan kecelakaan,” katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, antrean truk pengisi solar bisa mencapai ratusan unit setiap harinya. Aktivitas tersebut dimulai sejak subuh sekitar pukul 06.00 WITA hingga pukul 10.00 WITA.
Selain itu, muncul dugaan adanya pungutan parkir dalam antrean tersebut dengan nominal berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per kendaraan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait, baik dari pengelola SPBU, Dinas Perhubungan, maupun aparat kepolisian setempat terkait kondisi tersebut. (Nd_234)






