Kata Banua, Jakarta – Lembaga pencatatan nasab zuriah Rasulullah SAW Trah Kesultanan, Salatin Asyrof Azzahro (SAA), menyampaikan dukungan moral kepada Menteri Agama RI, KH Nasaruddin Umar, sebagai salah satu figur yang dinilai layak memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada masa mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum Salatin Asyrof Azzahro (SAA), Dr. (H.C.) A. Syahriansyah Alwi, S.Tr.Kep., Dipl.LS., MBE, usai kegiatan silaturahmi yang berlangsung di Jakarta, Kamis (18/6/2026) malam sekitar pukul 22.33 WIB.

Kepada awak media, Syahriansyah Alwi menegaskan bahwa dukungan yang diberikan bersifat moral dan didasarkan pada penilaian terhadap kapasitas kepemimpinan, pengalaman, serta rekam jejak keilmuan dan kebangsaan yang dimiliki KH Nasaruddin Umar.

“Kami memberikan dukungan moral kepada KH Nasaruddin Umar karena beliau merupakan salah satu ulama dan tokoh nasional yang memiliki kapasitas, pengalaman, serta rekam jejak yang sangat baik dalam bidang keagamaan maupun kebangsaan,” ujarnya.

Menurutnya, KH Nasaruddin Umar selama ini dikenal sebagai sosok yang konsisten dalam menjaga moderasi beragama, memperkuat persatuan umat, serta mendorong peran Islam yang rahmatan lil ‘alamin di tingkat nasional maupun internasional.

“Beliau memiliki komitmen kuat dalam menjaga harmoni kehidupan berbangsa dan beragama. Kami memandang beliau sebagai figur yang mampu membawa Nahdlatul Ulama semakin maju dan berkontribusi dalam pembangunan peradaban Islam yang inklusif dan berkemajuan,” tambahnya.

Meski demikian, Syahriansyah menegaskan bahwa SAA tetap menghormati seluruh mekanisme organisasi yang berlaku di lingkungan Nahdlatul Ulama. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses penentuan calon hingga pemilihan Ketua Umum PBNU kepada forum Muktamar NU sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

“Kami menghormati seluruh mekanisme organisasi Nahdlatul Ulama dan menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada peserta Muktamar NU sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Diketahui, menjelang pelaksanaan Muktamar NU 2026, nama KH Nasaruddin Umar menjadi salah satu tokoh yang kerap disebut masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU. Selain beliau, sejumlah tokoh NU lainnya juga disebut memiliki peluang untuk maju dalam kontestasi kepemimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Namun demikian, penetapan calon maupun proses pemilihan tetap menjadi kewenangan forum Muktamar NU yang akan menentukan arah kepemimpinan PBNU pada periode berikutnya.

Reporter Juddin
Editor Nando

By admin

You cannot copy content of this page