Kata Banua, Batola – Kemarau panjang mulai membuat warga di sejumlah wilayah Barito Kuala kesulitan mendapatkan air tawar. Kondisi itu dirasakan masyarakat RT 05, Desa Tinggiran Baru, Kecamatan Mekar Sari, setelah air sungai yang selama ini menjadi sumber kebutuhan sehari-hari berubah menjadi asin.
Di tengah kondisi tersebut, CV Al-Waqiah menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga pada Sabtu (3/10/2026).
Bantuan tersebut dipimpin Direktur Eksekutif CV Al-Waqiah, H.M. Sabirin. Aksi sosial itu dilakukan sebagai bentuk empati setelah melihat langsung kesulitan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih akibat kemarau yang berkepanjangan.
Sabirin mengatakan, kondisi air sungai yang menjadi asin membuat warga semakin kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Dengan melihat kondisi kemarau panjang yang mengakibatkan sungai yang menjadi kebutuhan warga menjadi asin, saya jadi berpikir untuk meringankan keperluan warga akan air bersih,” ujar Sabirin.

Pendistribusian air bersih dikoordinasikan langsung oleh Wanto. Proses pembagian berlangsung tertib dan lancar. Sejak pagi, warga RT 05 telah mengantre untuk mendapatkan air bersih yang disalurkan CV Al-Waqiah.
Bantuan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Di tengah keterbatasan sumber air tawar, kehadiran pasokan air bersih menjadi bantuan penting bagi warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Wanto yang mewakili warga RT 05 Tinggiran Baru menyampaikan apresiasi kepada CV Al-Waqiah dan H.M. Sabirin atas kepedulian terhadap kondisi masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak H.M. Sabirin yang telah peduli dan membantu warga Tinggiran Baru yang sedang kesulitan air bersih ini. Bantuan ini sangat berarti bagi kami di tengah situasi sulit seperti sekarang,” ungkap Wanto.
Aksi tersebut menjadi wujud kepedulian sektor swasta dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau panjang. Bagi warga Tinggiran Baru, bantuan air bersih menjadi sangat berarti karena sumber air yang selama ini diandalkan tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan mereka.
Kondisi ini sekaligus menggambarkan bagaimana kemarau tidak hanya berdampak pada sektor pertanian dan lingkungan, tetapi juga menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat, yakni ketersediaan air bersih.
Reporter Noorjennah Editor Nando






