Kata Banua, Batola – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan di daerah. Jajaran Polsek Mandastana, Polres Barito Kuala, bersama Kelompok Tani (Poktan) Karya Makmur melaksanakan penanaman jagung varietas BISI 2 di lahan seluas 1 hektare di Desa Karang Bunga, Kecamatan Mandastana, Jumat (24/4/2026).
Lahan tersebut merupakan milik Nur Kosin, anggota Poktan Karya Makmur. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat dalam mendorong kemandirian pangan, khususnya komoditas jagung sebagai bahan pakan ternak.
Kapolres Barito Kuala AKBP Anib Bastian melalui Kasi Humas AKP Marum menegaskan, program ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap kebijakan pemerintah di sektor pertanian.
Kapolsek Mandastana Iptu H. Haris mengatakan, keterlibatan polisi dalam kegiatan ini menunjukkan peran aktif institusi dalam membantu masyarakat, tidak hanya dalam bidang keamanan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kepolisian hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam mendukung ketahanan pangan. Lahan ini akan menjadi percontohan potensi budidaya jagung pakan ternak,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Ia menambahkan, kegiatan ini akan terus berlanjut dengan rencana perluasan lahan tanam hingga 2 hektare di wilayah Kecamatan Mandastana.

Penanaman jagung yang berlangsung pada kuartal II tahun 2026 ini juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari instansi terkait, tokoh masyarakat hingga para petani setempat. Koordinasi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Kami menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), aparat desa, dan kelompok tani. Setelah penanaman, akan dilakukan pemantauan serta pendampingan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Menurutnya, pendampingan intensif diperlukan agar tanaman jagung tumbuh optimal dan mampu menghasilkan panen maksimal.
“Target kami bukan hanya menanam, tetapi memastikan hasilnya produktif dan berkontribusi terhadap ketersediaan jagung di Barito Kuala, sehingga mendukung swasembada pangan,” tambahnya.
Program ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong maupun pekarangan sebagai media budidaya jagung. Selain berpotensi meningkatkan ketahanan pangan, langkah ini juga diyakini dapat menambah pendapatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Penulis HumResBatola Editor Nando






