Kata Banua, Banjarmasin – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat layanan perbankan menyeluruh (full banking services) guna meningkatkan pengalaman nasabah, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor perumahan di Kalimantan Selatan.
Hal ini disampaikan Kepala Cabang BTN Banjarmasin, Bona Pasogit Rumapea, dalam diskusi publik bersama Forum Komunikasi Wartawan Kalsel yang digelar di Banjarmasin, Jumat (24/4/2026).
Dalam forum tersebut, Bona menegaskan pentingnya pendanaan berkelanjutan (sustainable funding) sebagai fondasi utama pertumbuhan industri perbankan, khususnya dalam mendukung pembiayaan sektor perumahan.
“Pendanaan adalah bahan bakar utama bank. Tanpa dukungan funding yang kuat, penyaluran pembiayaan tidak akan optimal,” ujarnya.
Kepercayaan masyarakat terhadap BTN di Banjarmasin pun menunjukkan tren positif. Hingga 31 Maret 2026, dana pihak ketiga (DPK) tercatat mencapai Rp1,277 triliun. Pertumbuhan ini didorong lonjakan dana murah atau CASA yang meningkat signifikan hingga 337,05 persen secara tahunan menjadi Rp672,63 miliar.

BTN Banjarmasin juga terus memperluas layanan digital sebagai bagian dari strategi menghadirkan layanan yang lebih modern dan terintegrasi. Sejumlah layanan seperti cash management system, payroll, hingga aplikasi Bale by BTN menjadi andalan dalam mendukung kebutuhan nasabah secara holistik.
Dari sisi pembiayaan, kinerja BTN Banjarmasin juga menunjukkan peningkatan. Penyaluran kredit konsumer dan usaha kecil menengah (SME) tumbuh 36,63 persen secara bulanan menjadi Rp116,89 miliar per Maret 2026. Kredit subsidi mendominasi dengan pertumbuhan 25,62 persen menjadi Rp75,86 miliar, sementara kredit non-subsidi tumbuh 3,58 persen menjadi Rp10,39 miliar.
Tak hanya itu, kualitas kredit juga semakin membaik. Rasio kredit bermasalah (NPL) berhasil ditekan menjadi 3,86 persen, turun dibandingkan 4,78 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Seiring capaian tersebut, BTN Banjarmasin mencatat laba bersih sebesar Rp39,64 miliar atau tumbuh 12,12 persen, dengan total aset mencapai Rp5,28 triliun.
Diskusi publik bertajuk “Prospek Pertumbuhan Ekonomi Sektor Perumahan di Kalimantan Selatan” ini turut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan. Forum ini menjadi wadah strategis untuk bertukar gagasan serta memperkuat sinergi dalam mendorong pertumbuhan sektor perumahan yang berkelanjutan di daerah.
Reporter Juddin Editor Nando






