Kata Banua, Banjarmasin – SMA Negeri 1 Banjarmasin menggelar pengukuhan siswa kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 secara sederhana di halaman sekolah, namun tetap berlangsung meriah dan penuh makna.

Sebanyak 370 siswa dari 10 kelas mengikuti kegiatan tersebut sebagai penanda berakhirnya masa pendidikan di bangku SMA sekaligus awal perjalanan menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun dunia kerja.

Kabid SMA Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Dedi Hidayat mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian lulusan SMAN 1 Banjarmasin tahun ini.

Menurutnya, sekitar 70 hingga 75 persen lulusan telah berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri, bahkan ada yang melanjutkan studi ke luar negeri.

“Alhamdulillah, SMAN 1 menjadi contoh yang baik. Hampir 70 persen siswanya sudah memiliki arah melanjutkan pendidikan maupun pekerjaan. Bahkan ada yang sampai ke luar negeri,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah melalui dinas pendidikan terus berupaya menghadapi tantangan pendidikan di era digital dengan memperkuat sistem pembelajaran berbasis teknologi, termasuk pengembangan coding di sekolah.

“Kita ingin anak-anak memiliki kemampuan menghadapi perkembangan teknologi sekaligus memiliki karakter yang kuat,” katanya.

Dedi menegaskan, pengukuhan bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan para siswa, melainkan awal menuju masa depan yang lebih besar.

“Harapan kami, karakter yang ditanamkan selama tiga tahun di sekolah dapat menjadi bekal mereka saat kuliah maupun di kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Humas SMAN 1 Banjarmasin, Hadi menjelaskan bahwa kegiatan pengukuhan sengaja dikemas sederhana sesuai arahan dinas pendidikan agar tidak membebani orang tua siswa.

“Kegiatan dilaksanakan di halaman sekolah dan tidak dibuat mewah. Semua dikemas sederhana sesuai aturan dari dinas,” jelasnya.

Ia menyebutkan, setiap siswa hanya dikenakan biaya sebesar Rp60 ribu untuk kebutuhan kegiatan, meliputi dekorasi gordon, konsumsi, dan dokumentasi foto.

“Rp20 ribu untuk dekorasi, Rp30 ribu konsumsi dua box bagi siswa dan orang tua, sedangkan Rp10 ribu untuk foto,” ujarnya.

Biaya tersebut juga digunakan untuk mendukung pemasangan tenda yang dibantu komite sekolah dan manajemen sekolah.

Meski berlangsung sederhana, pengukuhan tersebut tetap menjadi momen berharga bagi para siswa sebelum melangkah mengejar cita-cita dan masa depan mereka. (Nd_234)

By admin

You cannot copy content of this page