Kata Banua, Barito Kuala – Memasuki musim kemarau 2026, PT Putra Bangun Bersama (PT PBB) meningkatkan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Upaya tersebut diwujudkan melalui safari sosialisasi sekaligus pembentukan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) di tiga desa di Kabupaten Barito Kuala.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Senin hingga Selasa (4–5 Mei 2026), menyasar Desa Jejangkit Timur, Desa Sungai Rasau, dan Desa Sawahan sebagai wilayah prioritas pencegahan Karhutla.

Rangkaian kegiatan dimulai di Kantor Desa Jejangkit Timur dengan menghadirkan perwakilan PT PBB, George Yosefindo, sebagai narasumber utama. Turut hadir Kepala Desa Kamarudin, Ketua BPD H. Fahridi, serta unsur Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Dalam sosialisasi ini, masyarakat diberikan pemahaman terkait regulasi pemerintah, khususnya larangan membuka dan mengolah lahan dengan cara membakar sesuai Permentan No. 05 Tahun 2018 jo Permentan No. 06 Tahun 2025.

Selain itu, pembentukan KTPA ditegaskan sebagai bagian penting dalam sistem pengendalian kebakaran lahan berbasis masyarakat.

Keesokan harinya, kegiatan berlanjut ke Desa Sungai Rasau. Di desa ini, tim PT PBB memaparkan struktur Tim Keadaan Tanggap Darurat, di mana KTPA akan berperan sebagai tim pendukung yang berkoordinasi langsung dengan brigade inti pemadam kebakaran perusahaan. Kegiatan ini disambut oleh Kepala Desa Mulyono dan Ketua BPD H. Yahya.

Masih di hari yang sama, sosialisasi kemudian digelar di Desa Sawahan dengan melibatkan Kepala Desa Misar, Ketua BPD Tajudin Noor, serta aparat keamanan setempat.

Dalam setiap pertemuan, PT PBB menekankan peran strategis KTPA, yakni melakukan pemantauan titik panas, melakukan pemadaman dini, serta menjalin koordinasi aktif dengan pihak perusahaan apabila terjadi potensi kebakaran.

Sebagai bentuk komitmen bersama, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan dan deklarasi pencegahan Karhutla oleh para pemangku kepentingan di masing-masing desa.

Deklarasi tersebut mengusung pesan tegas, “Stop Membakar! Lindungi Hutan, Lindungi Masa Depan,” sebagai ajakan kolektif untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Barito Kuala dapat ditekan, sehingga lingkungan tetap terjaga dan bebas dari kabut asap.

Reporter Juddin 
Editor Nando

By admin

You cannot copy content of this page