Kata Banua, Banjarmasin – Absennya seorang senator muda asal Kalimantan Selatan dalam aksi demonstrasi yang ramai dibicarakan publik berbuntut panjang. Tak hanya menimbulkan tanda tanya soal komitmennya terhadap aspirasi rakyat, tetapi juga menyeret kembali isu lama: dugaan skandal pelecehan seksual yang belum pernah tuntas diklarifikasi.

Dalam 24 jam terakhir, lini masa media sosial dipenuhi komentar warganet. Ada yang mempertanyakan di mana keberadaan sang senator saat massa turun ke jalan, ada pula yang mengungkit kembali isu skandal yang sempat mencoreng citranya.

Mengutip @kalselzone, Diduga “Inisial “D,” tulis salah satu akun dengan nada sindiran. Unggahan itu langsung memicu ratusan komentar lanjutan, dari kritik pedas hingga candaan sinis yang semakin menekan reputasi politiknya. Bahkan, muncul klaim liar terkait perilaku tak pantas di gedung parlemen, meski kebenarannya masih simpang siur.

Sejumlah pengamat menilai fenomena ini sebagai alarm serius bagi masa depan politik sang senator. Di era keterbukaan informasi, opini publik di media sosial berperan besar dalam membentuk persepsi dan dapat menentukan elektabilitas menjelang Pemilu 2029. Skandal yang tak kunjung dijelaskan secara terbuka dikhawatirkan akan menjadi bumerang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak senator belum memberikan pernyataan resmi terkait absennya dalam aksi demo maupun soal isu skandal lama yang kembali mengemuka. Rabu (3/9/3025) Upaya konfirmasi melalui telepon dan pesan WhatsApp juga tidak mendapat respons. (Nd_234)

 

 

By admin

You cannot copy content of this page