KATA BANUA, BANJARBARU – Suasana di depan Kantor KPU Kota Banjarbaru pagi ini cukup memanas. Puluhan mahasiswa dan elemen masyarakat turun ke jalan dalam aksi unjuk rasa bertajuk #SaveDemoCrazyBanjarbaru. Mereka menyerukan perlawanan terhadap dugaan manipulasi demokrasi yang dianggap merugikan masyarakat dan menguntungkan kelompok oligarki tertentu.

Di tengah massa yang memegang spanduk dan poster bertuliskan “Suara Rakyat, Suara Keadilan” dan “Lawan Oligarki,” orator utama, Iqbal, menyampaikan tuntutan tegas: kembalikan hak demokrasi yang telah dirampas. “Kami menolak pedoman juknis 1774 yang hanya mengakomodir suara untuk satu pasangan calon. Ini mencederai demokrasi!” ujarnya dengan lantang.

Menurut Iqbal, juknis tersebut telah membatasi hak rakyat dan menghambat proses demokrasi yang seharusnya berjalan adil. “Jangan biarkan demokrasi di Banjarbaru dirampas oleh kepentingan segelintir elite. Ini bukan hanya soal suara, ini soal masa depan kita!” seru Iqbal dalam orasinya.

Aksi damai ini diikuti berbagai elemen masyarakat, dari mahasiswa, aktivis, hingga tokoh masyarakat yang prihatin dengan kondisi demokrasi di Banjarbaru. Mereka menuntut KPU untuk bertindak netral dan adil serta tidak tunduk pada tekanan politik dari pihak manapun.

Di tengah pengamanan ketat aparat, aksi berlangsung tertib, namun penuh semangat. Demonstran berjanji akan terus mengawal proses demokrasi di Banjarbaru.

“Kami di sini bukan hanya untuk hari ini, kami akan terus berjuang sampai hak demokrasi dikembalikan!” teriak salah seorang peserta aksi.

Aksi ini menjadi simbol perlawanan masyarakat Banjarbaru terhadap segala bentuk ketidakadilan, dengan harapan demokrasi yang jujur dan transparan dapat kembali ditegakkan di kota tercinta. (Nd_234)

 

By admin

You cannot copy content of this page