Kata Banua, Banjarmasin — Sejarah mencatat sebuah momen kecil namun membekas di hati jutaan orang. Hj Noor Parida, yang akrab dikenal sebagai Acil Ida, menjadi wajah ikonik dari iklan RCTI dengan latar eksotis Pasar Terapung Kuin. Dalam balutan kesederhanaan, Acil Ida menginspirasi generasi 90-an dengan senyumnya yang tulus dan jempolnya yang bersahaja.
Dari Pasar Terapung ke Televisi Nasional
Acil Ida hanyalah pedagang kecil di Pasar Terapung Kuin. Namun, tahun 1994 menjadi titik balik hidupnya ketika ia dipilih menjadi pemeran utama dalam iklan RCTI. Dengan latar keramaian pasar terapung, gerakannya yang sederhana namun autentik berhasil merepresentasikan keramahan dan budaya Banjar. Iklan tersebut tidak hanya mempromosikan RCTI tetapi juga memperkenalkan keindahan tradisi Kalimantan Selatan ke seluruh negeri.
Kesederhanaan yang Menjadi Warisan
Meski hanya menerima bayaran Rp 40.000—jumlah kecil bahkan untuk masa itu Acil Ida merasa cukup. Uang tersebut digunakannya untuk membeli sajadah dan mukena, menunjukkan rasa syukur dan pengabdian pada Tuhan. Putrinya, Rahmi, mengenang, “Ibu selalu bangga bisa memperkenalkan budaya Banjar, itu lebih penting dari uang.”
Kenangan yang Abadi
Kepergian Acil Ida pada 25 Juni 2020 meninggalkan duka mendalam, tetapi juga warisan yang tak tergantikan. Sosoknya yang sederhana menjadi simbol kuat bahwa kearifan lokal bisa menciptakan dampak besar. Hingga kini, ia tetap dikenang sebagai ikon budaya Banjar dan dunia pertelevisian Indonesia.
Acil Ida, dalam ingatan masyarakat, adalah bukti bahwa keindahan budaya Indonesia dapat bersinar melalui ketulusan dan kesederhanaan. (*/Nd_234)






