Kata Banua, Banjarmasin – Umat Buddha di Kota Banjarmasin memperingati Hari Raya Magha Puja 2569 BE pada Minggu, 22 Februari 2026, dengan rangkaian kegiatan religius yang dipusatkan di Vihara Dhammasoka. Perayaan suci ini menghadirkan para Bhikkhu dan Samanera dalam suasana penuh khidmat dan kebersamaan.
Perayaan diawali dengan Magha Puja Anak pukul 08.00 WITA, sebagai sarana pembinaan karakter serta penanaman nilai-nilai Dhamma sejak dini. Kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan semangat kebajikan kepada generasi muda agar tidak sekadar memahami agama sebagai seremoni, tetapi juga esensi ajarannya.
Pada pukul 09.30 WITA, umat mengikuti prosesi Pindapatta di Aula Lantai 2 Vihara. Tradisi ini menjadi momen istimewa untuk berdana makanan kepada para Bhikkhu sebagai praktik kebajikan. Dalam ajaran Buddha, berdana bukan sekadar memberi, melainkan memproses milik yang bersifat sementara menjadi kebajikan yang kekal.
Sore harinya, pukul 17.00 WITA, dilaksanakan Puja Bakti Umum yang terbuka bagi seluruh umat.
Makna Magha Puja: Inti Ajaran Sang Buddha
Pengurus vihara menjelaskan, Magha Puja memperingati peristiwa agung ketika 1.250 Arahat yang telah mencapai kesucian berkumpul tanpa undangan untuk menemui Gautama Buddha. Pada kesempatan itu, Sang Buddha menyampaikan inti ajaran yang dikenal sebagai Ovada Patimokkha:
“Janganlah berbuat jahat, tambahkanlah kebajikan, sucikanlah hati dan pikiran. Inilah ajaran para Buddha.”
Magha Puja sendiri dirayakan setiap tanggal 15 bulan purnama bulan Magha, sekitar 15 hari setelah Tahun Baru Imlek. Tahun ini jatuh pada 22 Februari 2026.
Magha Puja juga termasuk satu dari empat hari raya besar umat Buddha selain Waisak, Asadha, dan Kathina.
Dhammadesana dan Pesan Toleransi
Perayaan kali ini turut dihadiri Bhante Saddhaviro Mahathera, Bhante Viriyaviro, Samanera Adhikalankaro, Atthasilani Abhirati, serta Dhammadesana yang akan disampaikan oleh Bhante Saddhaviro Mahathera.

Dalam pesannya, Bhante menekankan bahwa manusia adalah makhluk individu sekaligus makhluk sosial.
“Toleransi diawali dengan dialog. Tanpa dialog sulit tercipta toleransi. Ketika kita menghargai orang lain, sesungguhnya kita sedang menghargai diri sendiri,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa serta kepada masyarakat yang merayakan Tahun Baru Imlek. Pesan ini menegaskan semangat kebersamaan lintas agama di Kalimantan Selatan.
Generasi Muda Diminta Dalami Esensi Ajaran
Bhante Saddhaviro juga mengajak generasi muda untuk tidak berhenti pada ritualitas semata. Menurutnya, belajar agama bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi menyelami esensi ajaran dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari berbakti kepada orang tua, berkontribusi bagi masyarakat, serta aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Menjadi manusia baik bukan karena keturunan, agama, atau status sosial, tetapi karena perbuatannya,” pesannya.
Sementara itu, salah seorang umat, Teddy, mengaku perayaan Magha Puja menjadi momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan, terlebih berdekatan dengan suasana Imlek.
Momentum Magha Puja 2569 BE di Banjarmasin diharapkan menjadi pijakan memperkuat keteguhan untuk tidak berbuat jahat, menambah kebajikan, serta menyucikan hati dan pikiran demi terciptanya kedamaian dan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat. (Nd_234)






