Kata Banua, Banjarmasin – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Banjarmasin kembali memakan korban. Sebuah rumah barak tiga pintu di kawasan padat penduduk, tepatnya di Jalan Kelayan A RT 17 RW 02, Kelurahan Kelayan Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, ambruk pada Minggu (19/1/2025) sekitar pukul 08.30 WITA.

Musibah ini terjadi akibat hujan deras yang diselingi air pasang tinggi, menyebabkan tanah di bantaran sungai tergerus. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Para penghuni, yang terdiri dari tiga kepala keluarga dengan total sembilan jiwa, berhasil menyelamatkan diri meski harus meninggalkan barang-barang berharga yang terendam air setinggi lutut orang dewasa.

Muhammad Ansyari, salah satu penghuni rumah, menceritakan detik-detik mengerikan saat rumahnya tiba-tiba amblas. “Saya sedang tiduran di rumah, tiba-tiba terdengar suara berderak. Tidak lama, air masuk dan pintu tidak bisa dibuka. Saya panik terkurung di dalam, tetapi warga berhasil mendobrak pintu dan menyelamatkan saya,” ujarnya dengan rasa syukur.

Menurut Ansyari, rumah ini telah dihuni keluarganya selama 35 tahun dan baru kali ini mengalami musibah serupa. “Sebelumnya tidak pernah seperti ini,” tambahnya.

Ketua RW 17, Taufiqurrahman, mengungkapkan bahwa kejadian ini diduga kuat akibat tergerusnya pondasi rumah oleh air pasang. Ia juga mengingatkan warga yang tinggal di bantaran sungai untuk waspada, terutama saat air pasang tinggi, dan memperhatikan keamanan listrik guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami akan segera melaporkan kejadian ini kepada pihak kelurahan agar mendapatkan penanganan lebih lanjut,” tutupnya.

Sementara itu, para relawan Rescue Gabungan terlihat membantu menyelamatkan barang-barang berharga milik warga. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap dampak buruk cuaca ekstrem, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan banjir dan abrasi.

Gambar (Istimewa) milik relawan Rescue Gabungan diambil saat terjadi musibah rumah amblas di jalan Kelayan A, salah satu warga sedang menyelamatkan barang barang berharga.

Penulis: Juddin

Editor: Nd_234

 

By admin

You cannot copy content of this page