Kata Banua, Banjarmasin – Ribuan jamaah dari berbagai wilayah memadati kawasan Teluk Tiram, Banjarmasin, untuk menghadiri Haul ke-36 Mualim KH Abdussyukur bin Jamaluddin bin Syekh Abdul Karim, Senin (27/1/2025) atau bertepatan dengan Rajab 1446 Hijriah. Acara yang dimulai pukul 08.00 WITA sd selesai tersebut juga bertepatan dengan Haul Abah Guru Sekumpul yang ke-20.
Berlokasi di Gang Mualim RT 02, Kelurahan Telawang, Kecamatan Banjarmasin Barat, tepat di kubah almarhum, ribuan jamaah hadir dari berbagai kota seperti Banjarmasin, Martapura, Banjarbaru, Kuala Kapuas, hingga Palangkaraya. Ketua panitia, Guru Muhammad Mursyid, menyampaikan bahwa jumlah jamaah tahun ini mencapai 7.000 orang, meningkat dari tahun sebelumnya.
“Ini membuktikan kecintaan masyarakat kepada Mualim KH Abdussyukur. Tidak hanya warga lokal, banyak jamaah dari luar daerah juga hadir,” ujar Guru Mursyid.
Acara diawali dengan lantunan syair-syair maulid oleh Guru Muhammad As’aduddin, yang mengiringi kedatangan para jamaah sejak pagi. Manaqib singkat tentang Mualim Syukur disampaikan oleh KH Muhammad Hasil, dilanjutkan tausiyah oleh Habib Rapik bin Lukman Al Kaf dari Malaysia.

Mualim KH Abdussyukur dikenal sebagai ulama karismatik yang pernah menimba ilmu di Tanah Haram selama 25 tahun. Salah satu gurunya adalah Sayyid Muhammad Amin Al Qutbi, yang juga guru dari Syekh Muhammad Syarwani Abdan Bangil dan Abah Guru Sekumpul. Beliau dikenal sederhana, sering mengenakan sarung, baju koko putih, kopiah putih, dan sorban, namun menyimpan keistimewaan luar biasa.
“Beliau memegang kunci futuh (terbukanya ilmu). Siapa saja yang belajar setahun dengan beliau, insyaallah ilmu mereka terbuka,” demikian pernah disampaikan almarhum Abah Guru Zuhdi, salah satu murid Mualim Syukur.
Acara ini tidak hanya menjadi momen mengenang jasa seorang ulama besar, tetapi juga mempererat silaturahmi umat Islam dari berbagai daerah.
*Gambar diambil saat berlangsung acara peringatan haul Mualim KH Abdussyukur bin Jamaluddin bin Syekh Abdul Karim yang ke-36 Senin (27/1/2025) – (27/ Rajab 1446) hijiriah.
Penulis: Juddin
Editor: Nd_234






