Kata Banua, Marabahan – Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala (Batola) menggelar kegiatan Sosialisasi Dampak Perundungan terhadap Mental Anak yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Batola. Kegiatan ini diikuti oleh 26 perwakilan guru Sekolah Dasar dari berbagai kecamatan di wilayah Batola.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Batola, Lulut Widiyanto, S.Pd., M.M., membuka kegiatan sekaligus menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak. Ia berharap para guru dapat mengimplementasikan materi sosialisasi ke dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

“Sekolah harus menjadi ruang aman yang mendukung tumbuh kembang anak, baik secara mental maupun sosial,” ujarnya.

Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan Komunitas Ibu Cerdas Indonesia (KICI) Batola, yang diketuai oleh Ria Astuti A., Amd. Keb.. Dalam sambutannya, Ria menyampaikan keprihatinannya terhadap maraknya kasus perundungan yang sering tidak terpantau oleh orang tua.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan komunitas dalam mencegah perundungan sejak dini. “Pencegahan harus dimulai dari kesadaran bersama, baik orang tua maupun guru,” tegasnya.

Turut hadir Ketua GOW Batola, Indah Susilo, yang juga merupakan Dewan Pembina KICI Batola. Ia memberikan apresiasi kepada peran besar guru sebagai garda terdepan pendidikan.

“Peran orang tua dan guru harus berjalan selaras untuk mewujudkan lingkungan belajar yang aman serta kondusif bagi perkembangan anak,” ungkapnya.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber kompeten:

1. Iwan Perdana, Ph.D

Menyampaikan materi tentang membangun sistem kelas yang tangguh serta strategi guru dalam mencegah dan menanggulangi bullying.

2. Tati Akhbaryah, S.S., S.Pd., M.Pd

Menjelaskan pentingnya hubungan empatik antara guru dan siswa sebagai kunci pencegahan perundungan di sekolah. Ia menegaskan bahwa aturan saja tidak cukup tanpa kedekatan emosional yang sehat.

3. Muhammad Arsyad, M.Psi., Psikolog

Membahas literasi, deteksi dini, dan strategi pencegahan perundungan untuk mewujudkan sekolah yang aman dan inklusif.

Selama rangkaian kegiatan berlangsung, para guru mengikuti sesi praktik langsung serta monitoring dari para narasumber. Proses ini membantu peserta memahami materi lebih mudah dan siap diterapkan di sekolah masing-masing.

Antusiasme peserta menunjukkan komitmen tinggi para guru dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari perundungan serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Reporter Noorjenah
Editor Nando

By admin

You cannot copy content of this page