Kata Banua, Banjarmasin – Suasana Auditorium dan Gedung Serbaguna Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menjadi haru sekaligus penuh motivasi saat Rektor ULM, Prof Dr Ahmad Alim Bahri SE, M.Si, mengenang perjalanan hidupnya saat diwawancarai pada acara Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) bertajuk “I’m Ready for 2025: Bangkit, Kuat, Unggul”, Senin (11/8/2025)
Dalam kesempatan itu, Prof Ahmad menceritakan masa kecilnya yang penuh keterbatasan. Terlahir di sebuah desa dari 13 bersaudara, ia harus menjalani kehidupan sebagai loper koran untuk membantu orang tua bekerja di kampung demi bertahan hidup dan melanjutkan sekolah SMA, Namun di tengah kondisi tersebut, ia tidak pernah melepaskan cita-citanya untuk kuliah.
“Dengan keajaiban pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala, saya diterima menjadi mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin melalui jalur PMDK prestasi,” kenangnya.
Awalnya, orang tua hanya menjawab singkat, “Jalani saja, kita tidak tahu sampai di mana ujung perjalanan hidup.” Dukungan sederhana itu menjadi bekal semangat hingga Prof Ahmad menorehkan prestasi akademik, memperoleh IP di atas 3, meraih gelar doktor, hingga profesor akhirnya dipercaya menjadi rektor ULM.
Ia menegaskan, pengalaman hidupnya menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk sukses. “Anak desa bisa jadi doktor, bisa jadi profesor, dan memegang amanah memimpin universitas,” ujarnya.
Prof Ahmad juga menekankan komitmennya menjaga agar pendidikan di ULM tetap terjangkau. “Selama beberapa tahun terakhir, kami tidak pernah menaikkan biaya kuliah. Ini bagian dari ikhtiar agar mahasiswa tidak terbebani,” tegasnya.
Menurutnya, pendidikan yang berkualitas dan terjangkau adalah kunci membangun peradaban. Ia berharap mahasiswa baru ULM memanfaatkan kemajuan teknologi untuk belajar dengan lebih mudah, semangat, dan berprestasi.
“Semangat menempuh pendidikan adalah bagian dari kesehatan jiwa. Dengan itu, kita bisa meraih prestasi dan cita-cita setinggi apa pun,” pungkasnya. (Nd_234)






