KATA BANUA, JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), sejalan dengan visi menjadi bank syariah terdepan yang mendukung pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan raihan predikat “Sangat Terpercaya” dengan nilai 91,50 dalam Corporate Governance Perception Index (CGPI), yang membawa BSI meraih penghargaan “Most Sharia Bank for Excellence Good Corporate Governance” dalam acara Road to CNBC Indonesia Award 2024 pada 15 Oktober 2024.
Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI dinilai mampu menjaga standar tata kelola perusahaan yang unggul, transparan, dan berkelanjutan, selaras dengan prinsip-prinsip syariah. Penerapan GCG di BSI juga didukung dengan sertifikasi ISO 37301:2021 untuk Sistem Manajemen Kepatuhan dan ISO 37001:2016 untuk Sistem Manajemen Anti Penyuapan, yang semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap bank ini.
Direktur Compliance & Human Capital BSI, Tribuana Tunggadewi, mengungkapkan bahwa penghargaan ini menunjukkan keseriusan BSI dalam menerapkan standar GCG internasional. “Pencapaian ini adalah hasil dari komitmen bersama antara Direksi, Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan seluruh insan BSI untuk memastikan operasional perbankan yang sehat dan patuh terhadap regulasi,” ujar Dewi.
BSI selalu menerapkan lima prinsip utama GCG—keterbukaan, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independensi, dan kewajaran—yang menjadi pilar fundamental dalam operasional perusahaan. Tak hanya mengacu pada standar perbankan, BSI juga berpegang teguh pada prinsip-prinsip syariah (maqashid syariah), memastikan setiap langkah bisnisnya selaras dengan nilai-nilai Islam.
Untuk mendukung tata kelola yang baik, BSI menggunakan Three Lines Model, yang berperan penting dalam mengidentifikasi struktur dan proses yang efektif serta memastikan manajemen risiko yang kuat. Melalui komitmen ini, BSI terus memperkuat posisinya sebagai bank syariah terdepan di Indonesia, siap berkontribusi lebih besar dalam ekonomi syariah. (*)






