Kata Banua, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat literasi keuangan syariah di kalangan generasi muda dengan menghadirkan dua solusi unggulan: BSI Tabungan Haji Muda Indonesia dan program Cicil Emas. Inisiatif ini bertujuan membantu masyarakat mempersiapkan biaya haji lebih awal melalui tabungan berjangka dan investasi berbasis emas.
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, menjelaskan pentingnya menyiapkan dana haji sejak dini, mengingat masa tunggu keberangkatan yang bisa mencapai puluhan tahun.
“Saat ini anak usia 12 tahun sudah bisa mendapatkan nomor porsi haji. Maka semakin cepat kita memulai, semakin baik peluang keberangkatan. Tabungan Haji Muda dan Cicil Emas kami rancang sebagai solusi syariah yang terjangkau dan edukatif,” ujar Anton, Senin (2/6/2025).
Melalui BSI Tabungan Haji Muda Indonesia, orang tua bisa membuka rekening haji atas nama anak sejak usia 0 tahun, sekaligus mengaktifkan fitur auto-debet bulanan melalui program Ayo Menabung Haji Aman dan Terencana (ABATANA). Program ini bukan hanya produk finansial, tapi juga media edukasi spiritual dan perencanaan keuangan islami dalam keluarga.
Sementara itu, fitur Cicil Emas di aplikasi BYOND by BSI memungkinkan nasabah mencicil emas dari nominal kecil sebagai instrumen investasi jangka panjang. Emas yang telah dicicil bisa dikonversi menjadi dana tunai untuk pelunasan biaya haji saat dibutuhkan.
“Cicil Emas menjadi investasi stabil yang sesuai prinsip syariah, dan merupakan solusi cerdas menyiapkan dana haji dalam jangka menengah hingga panjang,” jelasnya.
BSI mencatat peningkatan signifikan minat masyarakat terhadap layanan digital haji dan umrah. Hingga April 2025, BSI Tabungan Haji Muda Indonesia telah menghimpun lebih dari 65 ribu rekening. Selama musim haji tahun ini, sekitar 8.000 jamaah usia 18–35 tahun dari nasabah BSI telah berangkat ke Tanah Suci, mewakili 5,2% dari total jamaah BSI.
Fenomena ini menunjukkan kesadaran yang meningkat di kalangan generasi muda terhadap pentingnya merencanakan ibadah haji sejak dini, sekaligus mencerminkan keberhasilan BSI dalam menyasar segmen keluarga muda sebagai bagian dari transformasi digital dan inklusi keuangan syariah.
“Kami ingin menjadi Sahabat Finansial, Sahabat Sosial, dan Sahabat Spiritual nasabah. Literasi haji muda bukan hanya soal menabung, tapi tentang membangun perencanaan hidup yang barokah sejak dini,” pungkas Anton. (*/Nadin)
–






