Kata Banua, Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah menuju kedaulatan energi nasional melalui tiga fokus utama: swasembada energi, pemerataan listrik berkeadilan di wilayah 3T, serta percepatan transisi menuju energi hijau. Upaya ini sejalan dengan tema besar “Energi Berdaulat untuk Indonesia Kuat”, yang menegaskan komitmen Indonesia untuk mandiri dalam penyediaan energi dari hulu hingga hilir.

Melalui optimalisasi sumber daya energi primer domestik, Indonesia berupaya mengurangi ketergantungan terhadap impor energi dan memperkuat ketahanan nasional. Pemanfaatan energi berkelanjutan juga didorong hingga ke hilir, termasuk penerapan gaya hidup elektrifikasi di berbagai sektor transportasi, industri, dan rumah tangga. Langkah ini diharapkan dapat mewujudkan swasembada energi yang efisien dan ramah lingkungan.

Selain itu, pemerintah menegaskan pentingnya akses listrik sebagai bentuk energi berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pembangunan jaringan listrik di daerah 3T tidak hanya membuka peluang ekonomi dan usaha masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas pendidikan serta pelayanan kesehatan yang lebih modern dan merata.

Dalam waktu bersamaan, percepatan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) terus digalakkan melalui program akselerasi energi hijau. Pemerintah mendorong pembangunan sistem kelistrikan rendah emisi berbasis tenaga surya, air, angin, dan biomassa, disertai integrasi teknologi pintar untuk mendukung efisiensi energi nasional.

Dengan langkah strategis ini, Indonesia meneguhkan posisinya sebagai negara yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga berdaulat dan berkelanjutan dalam sektor energi. Transformasi menuju energi hijau diharapkan menjadi pondasi bagi masa depan Indonesia yang tangguh, mandiri, dan ramah lingkungan. (Dessy)

 

 

By admin

You cannot copy content of this page