Kata Banua, Banjarmasin – Di tengah gempuran era digital dan berita serba daring, sosok satu ini tetap setia dengan profesinya yang nyaris punah: menjadi loper koran. Dialah Dairabi, pria kelahiran Banjarmasin tahun 1962 yang lebih dikenal masyarakat sebagai Ijai Koran.

Sudah lebih dari 40 tahun Ijai mengayuh sepeda menyusuri sudut-sudut Kota Banjarmasin, mengantar dan menjajakan koran kepada pelanggan setianya. Pagi-pagi benar, saat sebagian kota masih terlelap, roda sepeda tuanya sudah berputar, membawa tumpukan berita harian yang akan ia bagi dari rumah ke rumah.

“Kalau korannya nggak habis, ya saya kembalikan. Nggak boleh ditinggal atau dibuang,” ujarnya dengan logat Banjar yang kental, menegaskan integritasnya sebagai penjaja kabar, Kamis (7/8/2025) siang.

Tak hanya dikenal sebagai loper, Ijai juga dikenal luas oleh kalangan jurnalis dan pemilik media lokal di Banjarmasin. Hampir semua wartawan senior mengenalnya bukan hanya karena konsistensinya, tetapi karena kehangatan dan ketulusan yang ia bawa dalam setiap pertemuan.

Kini, di usia yang tak lagi muda, semangat Ijai Koran masih tak luntur. Ia menjadi saksi hidup perjalanan dunia pers lokal, dari masa keemasan media cetak hingga kini memasuki era digital.

“Saya bangga pernah dan masih jadi bagian dari dunia koran,” ucapnya singkat namun penuh makna. (Nd_234)

 

 

 

By admin

You cannot copy content of this page