Kata Banua, Banjarmasin – H. Yadi Ilhami, S.HI., M.H., Dosen Fakultas Hukum Universitas Sapta Mandiri sekaligus Founder Yasaliem dan Dewan Pakar Prabowo-Gibran Tim Kampanye Daerah (TKD) Kalimantan Selatan, memberikan apresiasi terhadap komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam merealisasikan visi besar Asta Cita di bidang pendidikan.

Menurutnya, pernyataan Presiden Prabowo dalam peringatan puncak Hari Guru Nasional sangat tegas dan berpihak pada rakyat: “Kita bertekad setiap rupiah milik rakyat Indonesia harus dinikmati oleh rakyat Indonesia.”

Langkah konkret pemerintah terlihat dari alokasi anggaran pendidikan terbesar sepanjang sejarah, yakni sebesar Rp724,3 triliun dalam APBN 2025. Anggaran ini mencakup berbagai program strategis, seperti peningkatan kesejahteraan guru dengan pemberian satu kali gaji pokok bagi guru ASN dan tunjangan profesi Rp2 juta per bulan bagi guru non-ASN. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan Rp17,15 triliun untuk rehabilitasi 10.440 sekolah negeri dan swasta.

“Pendidikan akan memutus mata rantai kemiskinan dan memberikan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Ini adalah amanah UUD 1945, UU Sistem Pendidikan Nasional, dan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan Kemiskinan Ekstrem,” tegas Yadi.

Ia menambahkan, dalam visi besar Asta Cita, pemerintah fokus membangun “Sekolah Rakyat”, memperkuat infrastruktur pendidikan, dan meningkatkan kesejahteraan guru. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa sekolah diposisikan sebagai pusat pembangunan nasional yang harus berkualitas, bersih, dan layak.

“Sudah jelas, ini langkah nyata untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Mari kita kawal dan dukung bersama-sama,” tutup Yadi Ilhami. (Nd_234)

 

By admin

You cannot copy content of this page