Kata Banua, Banjarmasin – Ketua Umum Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK), Adv. H. Rahmat Fadillah, S.H., angkat bicara terkait maraknya pemberitaan kasus penembakan sesama Aparat Penegak Hukum (APH) yang belakangan ini menjadi sorotan publik.
Menurut Rahmat Fadillah, salah satu faktor yang dapat memicu peristiwa semacam ini adalah gaya hidup hedon yang tidak sesuai dengan kemampuan. Ia menilai, tekanan sosial akibat gaya hidup berlebihan bisa menjadi pemicu berbagai masalah, termasuk konflik di kalangan APH sendiri.
“Kita melihat ada kecenderungan di mana gaya hidup konsumtif dan hedonisme semakin meningkat, bahkan di kalangan aparat. Ini menjadi tantangan besar, karena jika seseorang memaksakan gaya hidup di luar batas kemampuannya, bisa berdampak pada tekanan psikologis yang berujung pada tindakan di luar kendali,” ujar Advokat ini.
Rahmat Fadillah juga mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama para APH, untuk tetap menjunjung tinggi profesionalisme dan etika dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, pola hidup sederhana dan berintegritas adalah kunci utama dalam menjaga keharmonisan dan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
“Kita berharap kejadian seperti ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar lebih bijak dalam menjalani kehidupan, terutama mereka yang mengemban amanah sebagai penegak hukum,” tutupnya. (Nd_234)






