Kata Banua, Banjarmasin – Warga Kota Banjarmasin tengah dirundung kekhawatiran akibat maraknya isu begal yang beredar di media sosial. Informasi yang menyebutkan bahwa aksi begal telah menelan sekitar 20 korban membuat masyarakat resah dan mempertanyakan kebenarannya.
Perbincangan di media sosial semakin memanas dengan adanya klaim bahwa gerombolan begal beraksi dengan brutal, bahkan tak segan-segan menghilangkan nyawa korbannya. Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang, isu ini cukup membuat warga gelisah dan meminta kepolisian segera mengambil langkah tegas.
Begal, yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai penyamun atau pelaku kejahatan yang merampas harta korban dengan kekerasan, memang menjadi fenomena yang kerap terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Namun, apakah benar Banjarmasin kini juga menjadi sasaran aksi kejahatan ini?
Menanggapi maraknya isu ini, Ketua Umum Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK), H. Rahmat Fadillah, S.H., mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka, terutama di luar jam yang wajar. Menurutnya, kepedulian terhadap aktivitas anak dapat mencegah mereka dari lingkungan negatif yang berpotensi menjerumuskan ke dalam tindakan kriminal.
“Orang tua harus melakukan pengecekan jika anak sudah tidak ada di rumah di luar jam yang wajar. Minimal, kita mengingatkan agar mereka segera pulang dan tidak terpengaruh lingkungan yang bisa menjerumuskan,” ujarnya, Senin (3/3/2025)
Mantan Panit 1 Unit 2 Subdit 2 Fismondev Dit Reskrimsus Polda Kalsel ini juga menegaskan bahwa anak-anak usia remaja rentan terpengaruh oleh pergaulan, sehingga bimbingan orang tua menjadi kunci utama dalam mencegah mereka terlibat dalam tindakan melanggar hukum.
Sebagai langkah preventif, peraih Satya Lencana Kesetiaan 32 Tahun ini berharap kesadaran orang tua dan masyarakat dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman serta menjauhkan anak-anak dari potensi kenakalan remaja dan tindakan kriminal.
Sementara itu, masyarakat menunggu respons dari pihak kepolisian terkait isu begal ini. Apakah benar Banjarmasin kini menjadi sasaran kelompok begal, ataukah ini hanya sekadar isu yang bertujuan menciptakan keresahan? Warga berharap ada kejelasan dan tindakan nyata demi menjaga keamanan di Kota Seribu Sungai. (Nd_234)






