Kata Banua Banjarmasin  – Jajaran Direktorat Polisi Air dan Udara Polda Kalimantan Selatan (Ditpolairud Polda Kalsel) memastikan pengamanan jalur sungai dalam pelaksanaan Haul ke-6 Guru H. Ahmad Zuhdian Noor Tahun 2026 berjalan aman dan lancar, Sabtu (14/2/2026).

Mewakili Dirpolairud Polda Kalsel Kombes Pol Dr Adnan Syafruddin S.H S.I.K M.M., Pengamanan dipimpin Panit II Sibinmas Air dan Potdirga Subdit Patroli Airud, IPDA Soejalmo Efendi, bersama sembilan personel lainnya di perairan Sungai Martapura, tepatnya kawasan Teluk Masjid hingga Siring 0 Km Banjarmasin.

Dua Kapal Polisi Dikerahkan

Dalam kegiatan tersebut, petugas mengerahkan dua unit kapal polisi, KP.XIII-1001 dan KP.XIII-1002, dilengkapi 10 life jacket serta dua handy talky untuk mendukung komunikasi dan keselamatan selama kegiatan berlangsung.

Sejak pukul 14.30 WITA, personel aktif:

  • Membantu menyeberangkan jamaah menuju lokasi haul melalui jalur sungai.
  • Mengimbau penumpang perahu klotok agar berhati-hati, terutama yang duduk di bagian atap perahu.
  • Memantau pergerakan jamaah di Siring 0 Km Banjarmasin.

Mengawasi arus balik perahu pengangkut jamaah.

Tercatat sekitar 101 perahu klotok bersandar di Dermaga Seberang Teluk Masjid untuk mengangkut jamaah.

Pengamanan Humanis dan Responsif

Kehadiran Ditpolairud tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan pengamanan di perairan Sungai Martapura dilaporkan berjalan aman, tertib, dan lancar tanpa kendala berarti.

Salah satu tokoh agama, Ustadz Mulkani dari Pesantren Kapuas, Kalimantan Tengah, turut menyampaikan apresiasi kepada Ditpolairud Polda Kalsel.

“Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada anggota Ditpolairud Polda Kalsel yang telah membantu mengantarkan kami melalui jalur sungai dari Dermaga Zona 9 menuju lokasi acara haul dengan aman dan lancar. Semoga menjadi amal ibadah,” ujarnya.

Momentum haul yang menyedot ribuan jamaah ini kembali menunjukkan pentingnya pengamanan jalur sungai di Kota Banjarmasin, terutama saat kegiatan keagamaan berskala besar berlangsung. (Nd_234)

By admin

You cannot copy content of this page